Cahaj Jatim 77 Kloter, NTB 10 Kloter

Surabaya(MCH)–Pertemuan bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jatim, NTB, NTT, dan Bali memutuskan calon haji (calhaj) Jawa Timur diangkut 77 kelompok terbang (kloter) dan calhaj NTB 10 kloter.

“Untuk calhaj NTT dan Bali sama-sama satu kloter, bahkan kloter NTT masih ditambah lima calhaj Jatim, sedang kloter Bali justru setengahnya dari Jatim,” kata Kepala Bidang Haji Kanwil Depag Jatim H Najiyullah kepada ANTARA di Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, seluruh calhaj yang berangkat dari bandara Juanda Surabaya (Jatim, NTB, NTT, dan Bali) akan diangkut dalam 89 kloter yang terdiri atas 22 kloter diangkut pesawat Garuda dan 67 kloter dengan pesawat Saudi Arabia.

“Calhaj yang diangkut dengan pesawat Garuda berkapasitas 455 orang dari Jatim semuanya, sedangkan calhaj NTB, NTT, dan Bali diangkut dengan pesawat Saudi Arabia yang berkapasitas 450 orang,” katanya.

Sekretaris PPIH Jatim itu mengatakan pembagian itu untuk memudahkan, karena calhaj NTB berangkat dengan pesawat Lion Air dari Mataram ke Surabaya tanpa singgah ke Asrama Haji Surabaya.

“Mereka belum terbiasa berkoordinasi dengan maskapai penerbangan Garuda yang memang baru kali ini melayani calhaj yang lewat bandara Juanda Surabaya, sedangkan dengan maskapai penerbangan Saudi Arabia sudah terbiasa berkoordinasi,” katanya.

Hal itu, katanya, berbeda dengan calhaj dari NTT dan Bali yang singgah ke Asrama Haji Surabaya, sedangkan calhaj NTB biasanya hanya singgah sejenak di terminal kargo untuk menunggu beberapa jam menjelang terbang ke Tanah Suci pada hari yang sama.

“Untuk musim haji 2008, calhaj yang berangkat lewat bandara Juanda mencapai 34.164 jemaah Jatim, 4.494 jemaah NTB, 421 jemaah NTT, dan 213 jemaah Bali,” katanya. (ant/ts)

sumber :www.informasihaji.com

Gaji Guru PNS Minimal Rp2 Juta

Foto

Jakarta,9/9(Pinmas)–Sebagai konsekuensi peningkatan anggaran pendidikan sebanyak 20 persen dari RAPBN 2009, gaji guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan pangkat terendah akan bergaji minimal Rp2 juta.

Dalam rapat kabinet terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa, pemerintah memutuskan untuk menaikkan kesejahteraan guru dan dosen tergolong PNS sebanyak 14 persen.

Kenaikan itu, menurut Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo, ditambahkan di luar kenaikan rutin gaji pokok sebanyak 15 persen setiap tahun.

“Pokoknya guru PNS yang entah guru TK, SD, semuanya dapat peningkatan kesejahteraan guru. Penambahan ekstra sekitar 14 persen tadi sudah dihitung oleh Menkeu,” papar Mendiknas.

Sedangkan untuk guru non PNS yang terdaftar di Depdiknas maupun Departemen Agama, ia menjelaskan, juga mendapat kenaikan subsidi tunjangan dengan besaran berbeda sesuai dengan tingkat pendidikan.

Guru non PNS yang tingkat pendidikannya non sarjana mendapat tambahan kesejahteraan sebesar Rp50 ribu per bulan, sedangkan bagi yang berpendidikan sarjana mendapat kenaikan Rp100 ribu per bulan.

Peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, kata Mendiknas, akan menempati porsi 27 persen dari anggaran pendidikan.

Kenaikan anggaran pendidikan menjadi Rp46,1 triliun pada 2009 juga dimanfaatkan untuk percepatan penuntasan wajib belajar dari tingkat dasar hingga sekolah menengah.

Menurut Mendiknas, anggaran pendidikan nantinya akan terserap lebih dari 50 persen untuk program wajib belajar.

“Kita juga tingkatkan anggaran untuk pendidikan menengah di Depdiknas maupun di Depag. Anggaran untuk pendidikan tinggi juga dinaikkan. Pendidikan non formal juga kita naikkan tidak banyak,” tuturnya.

Kenaikan anggaran pendidikan, menurut Mendiknas, juga digunakan untuk peningkatan kesejahteraan peneliti dan perekayasa di luar Depdiknas.

Depdiknas akan menyiapkan anggaran bagi peneliti non PNS melalui skema yang diatur oleh Ditjen Pendidikan Tinggi.

Mendiknas menjelaskan fungsi-fungsi pendidikan kedinasan yang dilakukan departemen lain seperti IPDN di Depdagri dan STAN di Depkeu tidak boleh memakai anggaran pendidikan karena tidak sesuai dengan UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Sepanjang anggaran itu digunakan untuk pendidikan yang tunduk dengan UU Sisidiknas, itu tidak masalah,” ujarnya.

Mendiknas mencontohkan sekolah tinggi intelejen negara yang menggunakan anggaran dari Depdiknas karena permintaan resmi Badan Intelejen Negara (BIN) kepada Depdiknas.

Sekolah itu, kata Mendiknas, berada di bawah Depdiknas sedangkan BIN hanya supervisi dan mengawasi.

Mendiknas menambahkan, akan segera dibuat Peraturan Pemerintah tentang pendidikan kedinasan untuk mengatur peralihan penyelenggaran pendidikan agar tunduk sepenuhnya pada UU Sisdiknas.

“Payung hukum itu supaya anggaran pendidikan betul-betul digunakan sesuai Sisdiknas. Betul-betul terintegrasi meskipun itu dilakukan oleh Departemen lain tapi itu di bawah payung UU Sisdiknas,” demikian Bambang Sudibyo.(ant/ts)

sumber : www.depag.go.id

Read the rest of this entry »

Pemberangkatan Haji Dimulai 5 November 2008

Foto

Jakarta,5/9(Pinmas)–Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto mengatakan, pemberangkatan jemaah haji regular 1429 H akan berlangsung selama 28 hari, dimulai 5 November sd. 2 Desember 2008. Sedangkan pemulangan jemah haji akan dimulai13 Desember 2008 sd. 9 Januari 2009.Hal itu diungkapkan Slamet Riyanto dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VIII DPR-RI, di Jakarta, Kamis (4/9) yang dimpimpin oleh Ketua Komisi VIII DPR Azrul Azwar.

Menurut Slamet Riyanto, jumlah jemaah haji regular 191 ribu orang dan petugas kloter sebanyak 2.465 orang akan diberangkatkan dari 11 embarkasi dalam 493 kloter(klompok terbang) yang akan diangkut oleh Saudi Arabian Airlines dan PT. Garuda Indonesia.

Penerbangan Garuda, kata Slamet Riyanto, akan mengangkut 107.465 orang jemaah terdiri dari 301 kloter dari embarkasi Banda Aceh, Padang, Palembang, Jakarta, Solo, Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan dan Makassar. Saudi Arabian Airlines mengangkut 86.000 orang jemaah terdiri dari 192 kloter dari embarkasi Jakarta, Surabaya, Batam dan Medan.

Slamet menambahkan, sesuai dengan ketentuan IATA (International Air Transport Association) dan GACA (Saudi Arabia`s General Authority for Civil Aviation), setiap jemaah hanya diperkenankan membawa satu tas tentengan dan satu koper yang diberikan oleh pihak penerbangan. “Koper jemaah hanya dapat diisi maksimal 32 kilogram, bukan 35 kg seperti tahun lalu,” katanya.

Menyangkut penyediaan pemondokan di Mekkah, kata Slamet Riyanto, sampai tanggal 1 Setember 2008, telah disewa sebanyak 359 rumah dengan kapasitas 137.361 orang atau 69% dari kebutuhan perumahan untuk 200.460 orang. Perolehan pemondokan tersebut Ring I, 93 rumah dengan kapasitas 35.315 orang . Ring II, 266 rumah dengan kapasitas 102.046 orang.

Slamet memaparkan, penyewaan pemondokan di Mekkah di bagi menjadi 2 kategori, yaitu Ring I jarak kurang dari 1.400 meter dengan sewa sebesar SR 2.000, tidak disediakan transportasi berada di wilayah Jarwal, Ma`abdah, Misfalah dan Jummezah. Ring II berada di wilayah Aziziah Janubiah, Syauqiah dan Syissah, jarak lebih 1.400 meter disediakan transportasi dari pemondokan ke Masjidil Haram PP dengan harga bersifat proporsional.(ts)

sumber : www.depag.go.id

Awal Ramadhan 1429 H Mulai Senin 1 September 2008